Tampilkan postingan dengan label Cerpen Terbaru 2018. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen Terbaru 2018. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Desember 2016

Cerpen Terbaru Indonesia 2018 : Jalan Cita Penuh Asa

Cerpen Terbaru Indonesia 2018 : Jalan Cita Penuh Asa
“telolet, telolet, telolet” dering handphone pertanda masuknya pesan singkat. Bantal kumel tertutup remangnya cahaya dalam ruangan ukuran tiga kali empat tempatku beristirahat kubaca pesan singkat yang menerangkan jadwal tes untukku pagi ini di sebuah yayasan ternama di tempat tinggalku. Berat mata terbuka kupaksa segera bangkit untuk bersihkan diri menuju lokasi tes yang cukup jauh dari tempatku berdiri.

Kuda besi biru berlogo tiga garpu ku aungkan di pojok teras, tak lupa fiber berbalut busa kusarungkan di bagian tubuhku teratas guna keselamatan bagiku dalam perjalanan. Perlahan kutarik genggaman tangan kananku, kumulai lajuku menyusuri tepian hitam menuju medan uji bagiku untuk memenuhi hajatku menuju kehidupan yang lebih makmur dalam abdian sejati mejadi sosok tanpa tanda jasa di bumi pertiwi.

Lirikan mentari dari timur menjadi teman sejati rayuan nyiur yang melambai memberikan senyuman semangat untukku melaju medan berbalut lapisan hitam. Titian kuda besiku halus tanpa karang penghalang, sampai pada titik daki yang memberatkan nafasnya bersuara sehingga harus menghentikan lajuku. Kubelai dan kusentuh perbagian dari tubuh kuda besi biruku tak kutemukan hal aneh yang terasa, akan tetapi kini kuda besi biruku tak mampu untuk kembali berlari. Gundah hati terasa saat ku tatap kejaran detik waktu yang terus bersemangat melaju gembira dalam ketidakmampuan kuda besi biruku untuk meneruskan jelajahnya.



Karet mentah yang mengalir melalui parit kecil buatan tuannya menjadi saksi ketidakmampuanku untuk bergegas menuju tempat sasaranku. Dasar hitam bergaris tipis sebagai motif yang membalut tubuhku bagian bawah terdapat ruang kecil yang terisi petak kecil alat komunikasi kuno yang kumiliki. Jemariku berkelana memasuki rongga kecil penyimpanan alat komunikasiku dan ku tekan sebuah tombol tanda menghubungi salah seorang petugas tes.

Hallo ?” Ungkapku saat telephone terhubung
Iya hallo, ada yang bisa saya bantu?” Jawab salah satu petugas yang kuhubungi yang banyak orang memanggilnya dengan nama Bu Lola.
Bu ini Uda” Jelasku pada Bu Sri
Iya Uda, kenapa?” Sahut Bu Sri
Bu maaf bu, mungkin Uda agak telat tiba ke lokasi tes, karena kendaraan saya mengalami masalah kecil” terangku pada Bu Lola yang merupakan salah satu petugas tes
Iya gak apa-apa, pelaksanaan tesnya juga mungkin masih sekitar satu jam lagi, tapi kamu kalau bisa bergegas kemari menggunakan angkutan lain jika kendaraan kamu mengalami masalah, karena jika telat selama lima belas menit maka kamu dianggap mengundurkan diri” Jelas Bu Lola kepadaku
Iya bu segera saya akan tiba kesana sekitar tiga puluh menit lagi” Usahaku meyakinkan
Yaudah kalau begitu, kami tunggu kehadiranmu” Ungkap Bu Lola

Lepas telephon dan penjelasan salah satu petugas membuatku sedikit merasa tenang dan segera kuhubungi saudara iparku yang tempat tinggalnya tak jauh dari tempatku berdiri. Cepat saja saudara iparku mengajak bertukar kendaraan dan segera kulanjutkan perjalananku menuju lokasi tes.

Gedung hijau berlapis warna jeruk menjadi tujuan akhir perjalanan ini. Kulangkahkan kaki ini menuju ruang berpintu kaca, yang dilapisi oleh jeruji besi yang menjaga keamanan pintu itu. Kugerakkan tanganku menyentuh pintu kaca seraya berucap “Assalammualikum, permisi” dan kubuka pintu itu dengan senyuman. Tampak barisan monitor komputer yang dikawal oleh barisan meja kayu yang tersusun rapi dengan pengatur suhu pendingin yang banyak. Kududuk dan kuhadapi setiap baris soal serta baris tantangan yang disediakan panitia dengan berpasrah aku kepada sang khalik.

Pekerjaan yang baik akan kuraih dengan sulit. Kalimat ini cukup pantas untukku yang sudah kali kedua aku tes di tempat ini pada posisi yang sama. Hanya saja pada saat keli pertama aku tes, aku tak memenuhi passinggrade sehingga aku harus pulang dengan tangan kosong, tapi kali kedua ini berbicara lain, karena aku setelah mengikuti tes, aku diberi informasi bahwa aku lulus. Hal ini sangat membuatku bahagia.

Kebahagiaan yang kurasa bukan karena pekerjaannya akan tetapi ada hal lainnya. Tujuan aku bekerja di masa lajangku adalah agar aku dapat segera mengumpulkan receh guna meminang pujaan hatiku. Lama aku bekerja namun, keraguan aku untuk meminang pujaan hati makin berat. Akan tetapi setelah aku bekerja di tempat baruku, keraguan yang ada di dalam hatiku kian menghilang, kini kuyakini pernikahannku makin dekat dan makin terasa atmosfir keluarga kecil yang impikan selama ini.


“Cerita ini hanyalah cerita fiktif belaka,
jika terdapat kesamaan nama, karakter, dan situasi

hal tersebut hanyalah kebetulan dan tidak terdapat unsur kesengajaan”